JURNAL

“PENGARUH HARGA, KUALITAS, CITRA MEREK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA”
Cindy Hernawan

Abstrak : Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh harga, kualitas produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk sepeda motor Honda,secara simultan maupun parsial dan faktor manakah dari kempata variabel tersebut yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Metode penelitian menggunakan jenis data primer. Data primer dalam penelitian ini berupa kuesioner yang disebar kepada 100 responden yang pernah menggunakan sepda motor Honda Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, analisis koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji F dan uji t).
Kata Kunci: harga, kualitas produk, citra merek promosi, keputusan pembelian


1. PENDAHULUAN
Saat ini industri otomotif di Indonesia, terutama untuk kendaraan roda dua,sedang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini didorong oleh belum tersedianya kendaraan umum yang efisien bagi mobilitas masyarakat. Selain itu, kemudahan proses pembayaran dengan merebaknya perusahaan leasing juga mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-hari, berikut ini adalah data produksi sepeda motor dalam negri.
Honda sebagai pelopor serta market leader dalam industri otomotif terutama kendaraan roda dua di Indonesia, terlihat dari data AISI pada tahun 2014 hingga bulan juli bahwa penjual sepeda motor Honda berada di peringkat pertama dengan jumlah penjualan 3.797.921 unit sepeda motor yang mengalahkan pesaing utamanya yaitu Yamaha dengan jumlah penjualan 1.894.940 unit sepeda motor.
Sangat perlu bagi Honda untuk memilih strategi yang tepat dalam mempertahankan dan menumbuhkan penjualannya di tengah persaingan yang ketat dengan produsen lain seperti Yamaha dan Suzuki. Kesalahan Honda yang terlambat memasuki pasar motor matic pada 2004 menjadi pelajaran berharga bagi Honda agar terus waspada menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Strategi penetapan harga menjadi sangat krusial bagi Honda Menurut Dr. Effendi M. Guntur (2009) harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, dan merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat
Secara tradisional memang harga menjadi faktor yang paling dominan dalam keputusan pembelian. Namun seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi konsumen faktor non harga juga menjadi faktor yang penting dalam keputusan pembelian. Mulyono et. al. (n.d.) menyebutkan bahwa kualitas juga merupakan hal yang paling mendasar dari kepuasan konsumen dan kesuksesan dalm bersaing. Semakin beragamnya selera dan kebutuhan konsumen menjadi tuntutan bagi produsen agar terus melakukan inovasi
Citra merek juga tidak kalah pentingnya jika dibandingkan harga, produk dan promosi dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Setiadi (2003) menyatakan bahwa brand imagedibangun berdasarkan kesan, pemikiran ataupun pengalaman yang dialami seseorang terhadap suatu merek yang pada akhirnya akan membentuk sikap terhadap merek yang bersangkutan Promosi juga perlu diperhatikan dalam hal penjualan sepeda motor Honda karena menjadi hal yang sangat penting bagi konsumen. Sebagai salah satu dari bauran pemasaran, promosi memegang peranan yang tidak kecil dalam keputusan pembelian konsumen. Kotler (2011) mengartikan promosi sebagai proses komunikasi suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan sekarang, dan yang akan datang serta masyarakat, Pemilihan slogan dan endorser yang tepat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Honda.
Berdasrkan uraian latar belakang di atas penulisan ilmiah ini diberi judul “PENGARUH HARGA, KUALITAS, CITRA MEREK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA”.
2. LANDASAN TEORI
2.1.1 Pemasaran
Pemasaran adalah suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan, jika suatu perusahaan ingin sukses mencapai tujuannya maka mereka harus mampu untuk memasarkan produknya. Maka dari itu, proses pemasaran menjadi hal yang begitu krusial bagi perusahaan. Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengn pihak lain Kotler (2005).
2.1.2 harga
Secara tradisional, harga merupakan salah satu komponen utama dalam keputusan membeli suatu produk. Dalam penelitian ini harga didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menilai suatu barang dengan satuan alat ukur rupiah untuk dapat membeli produk yang ditawarkan.
2.1.3 kualitas produk
Kualitas bisa jadi merupakan hal yang paling dicari oleh konsumen ketika mereka memilih produk yang akan digunakan. Dalam penelitian ini kualitas produk diartikan sebagai penilaian konsumen mengenai atribut dalam produk yang akan memenuhi kebutuhan dan memberi manfaat pada mereka
2.1.4 citra merek
Merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli, bukan hanya sekedar simbol yang membedakan produk perusahaan tertentu dengan kompetitornya (Kotler, 2005). Kotler dan Amstrong (2008) mempunyai pendapat bahwa merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi yang ditujukan untuk mengidentifikasi barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan sekaligus sebagai diferensiasi produk
2.1.5 promosi
Sebagai salah satu komponen dari bauran pemasaran, peran promosi dalam mempengaruhi keputusan pembelian tentu tidak bisa dianggap remeh. Dalam penelitian ini promosi diartikan sebagai suatu komunikasi persuasif yang dilakukan produsen untuk menarik konsumen membeli produknya
2.1.6 keputusan pembelian
Keputusan Pembelian adalah keputusan konsumen mengenai preferensi atas merek – merek yang ada di dalam kumpulan pilihan Kotler (2009). Dalam penelitian ini keputusan pembelian didefinisikan sebagai suatu proses dimana konsumen mengenali kebutuhannya, mencari informasi mengenai produk yang sesuai dan mengambil keputusan tentang produk
3.1 METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kausal yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel independent (harga, kualitas produk, dan promosi) dan dependent (keputusan pembelian).
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 populasi
Populasi adalah keseluruhan unsur – unsur yang memiliki satu atau beberapa ciri atau karakteristik yang sama (Dajan, 1996).
3.2.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk tujuan penelitian populasi atau karakteristiknya (Dajan, 1996).
3.3 Jenis dan Pengumpulan Data
3.3.1 Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Berikut adalah uraiannya :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti langsung dari sumber asli tanpa perantara. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh konsumen
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari pihak yang mengambil data primer atau dari pihak ketiga yang merupakan perantara. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder dari AISI
3.4 Operasional Variabel Penelitian dan Pengukuran
Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Skala ini merupakan suatu teknik perskalaan yang dipakai secara luas dalam riset perilaku. Gordon (1984) menyatakan bahwa perumusan menggunakan lima titik dapat menghasilkan frekuensi yang kira – kira sama. Variabel yang diukur dalam penelitian ini mencakup (1)harga, (2) kualitas produk, (3) citra merek, (4) promosi.
3.5 Metode Analisis Data
3.5.1 Uji Validitas
Menurut Ghozali (2006) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid ketika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
3.5.2 Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2006) reliabilitas sendiri sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal ketika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsiten atau stabil dari waktu ke waktu. Maka semakin tinggi tingkat reliabilitas suatu alat pengukur maka semakin stabil pula alat pengukur tersebut.
3.5.3 Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini untuk mengolah data hasil penelitian menggunakan Analisis Inferensial (kuantitatif) di mana dalam analisis tersebut menggunakan program SPSS.
3.5.3.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikut distribusi noemal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2006).
3.5.3.2 Uji Multikolonieritas
Dalam uji multikolonieritas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF) (Ghozali, 2006). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan digres terhadap variabel independen lainnya.
3.5.3.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
3.5.4 Uji Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap Y. Rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Y = a + b1KP + b2HA + b3CM + b4DP + e
Keterangan :
Y = keputusan pembelian
a = konstanta dari keputusan regresi
b1, b2, b3, b4 = koefisien regresi dari variabel
KP = Kualitas Produk
HA = Harga
CM = Citra Merek
DP = Desain Produk
e = variabel pengganggu
3.5.5 Pengujian Hipotesis
3.5.5.1 Uji Signifikansi Parameter Individual (uji t)
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006).
3.5.5.2 Uji Signifikansi Simultan ( uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006).
3.5.5.3 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinan (R2) digunakan untuk kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2006). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar variasi total pada variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya dalam model regresi tersebut.

CINDY HERNAWAN

11212620

3EA04

pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006).
3.5.5.3 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinan (R2) digunakan untuk kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2006). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar variasi total pada variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya dalam model regresi tersebut.

About cindyhernawan

+62

Posted on 27/03/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: